Sahabat…
Andai ku tahu dimana kau sekarang
Pastilah aku ajak kau pergi
Menapaki lembutnya pasir pantai
Menghirup anak kabut di pegunungan
Berlari mengitari bumi
Andai aku tahu keberadaanmu
Pastilah kita tlah menjejak batu cita
Dan kita tlah terbang meraih bintang
Menghidupkan setiap bait impian kita
Yang pernah kita pahat bersama
Di batang pohon kamboja
Sahabat…
Ku tunggu kabarmu hingga senja merona
Aku menanti di jalan ini
Persis dengan peta dari Illahi
WELCOME to The NEW MOMENT
'Sesungguhnya, Aku ciptakan langit dan bumi ini, wahai manusia, buat kamu berfikir, untuk menelaah bagaimana kamu menjalani hidup ini' (AlQur'an AlKarim)
Minggu, 05 September 2010
Kala Cinta Menyapa
Cinta, bagaimana aku harus menyapamu?
Cinta, bagaimana pula aku harus mengenalmu?
Cinta, bagaimana bisa aku melupakanmu?
Karna aku tak tahu bagaimana harus beradab denganmu
Juga karna aku tak tahu bagaimana harus berta’aruf denganmu
Bahkan aku tak tahu bagaimana harus berpaling darimu
Begitu menyatunya kau dalam hidupku
Namun, aku tak dapat memberi apapun padamu
Bahkan untuk sekedar menyapa atau mengenalmupun aku tak tahu
Tapi aku juga tak mampu menghindar darimu
Hanya aku berdo’a pada Allah
Yang telah memberikanmu padaku
agar menjagamu dan memberikan yang terbaik untukku
Karna kau mutiara terindah dari_Nya bagiku
Cinta, bagaimana pula aku harus mengenalmu?
Cinta, bagaimana bisa aku melupakanmu?
Karna aku tak tahu bagaimana harus beradab denganmu
Juga karna aku tak tahu bagaimana harus berta’aruf denganmu
Bahkan aku tak tahu bagaimana harus berpaling darimu
Begitu menyatunya kau dalam hidupku
Namun, aku tak dapat memberi apapun padamu
Bahkan untuk sekedar menyapa atau mengenalmupun aku tak tahu
Tapi aku juga tak mampu menghindar darimu
Hanya aku berdo’a pada Allah
Yang telah memberikanmu padaku
agar menjagamu dan memberikan yang terbaik untukku
Karna kau mutiara terindah dari_Nya bagiku
Jika Hati Bicara
Hati ini tak bisa didustai
Dalam setiap denyut nadi t’lah terwarnai
Akankah aku bisa berpaling untuk kesekian kali
Berharap kan datang mega pagi
Meski sunyi sepi, aku kan menanti
Tak bermaksud untuk menafikan
Tapi inilah kenyataan kehidupan seorang insan
Terombing ambing dalam keterpurukan iman
Dunia begitu sempit
Dalam kubangan lumpur kemaksiatan
Yang terus menjalar hingga ke hilir hati
Merobek tiap rajutan benang ketaatan
Mengikis setiap balutan keikhlasan
Merampas mutiara cinta dari_Nya
Masihkah ada kesadaran untuk melepas rantai kefuturan?
Berlari dari kemunkaran?
Melempar segala keinginan tak terarah?
Mensucikan permata di dasar jiwa manusia?
Dalam setiap denyut nadi t’lah terwarnai
Akankah aku bisa berpaling untuk kesekian kali
Berharap kan datang mega pagi
Meski sunyi sepi, aku kan menanti
Tak bermaksud untuk menafikan
Tapi inilah kenyataan kehidupan seorang insan
Terombing ambing dalam keterpurukan iman
Dunia begitu sempit
Dalam kubangan lumpur kemaksiatan
Yang terus menjalar hingga ke hilir hati
Merobek tiap rajutan benang ketaatan
Mengikis setiap balutan keikhlasan
Merampas mutiara cinta dari_Nya
Masihkah ada kesadaran untuk melepas rantai kefuturan?
Berlari dari kemunkaran?
Melempar segala keinginan tak terarah?
Mensucikan permata di dasar jiwa manusia?
Tahukah Aku??
Bisu tak bisa mengakhiri
Perjalanan hidup ini
Meski kau berlari
Keinginanmu dalam pertemuan terindah
Tak sebanding dengan akhlakmu yang terbelah
Dalam sunyinya aqidah, ahlus sunnah wal jama’ah
Lama sudah kau bersembunyi, berharap ada yang mengakhiri
Tapi lihatlah, sama selamanya
Hingga kau melangkah
Di jalan yang telah di lukis
Oleh Sang Penguasa
Perjalanan hidup ini
Meski kau berlari
Keinginanmu dalam pertemuan terindah
Tak sebanding dengan akhlakmu yang terbelah
Dalam sunyinya aqidah, ahlus sunnah wal jama’ah
Lama sudah kau bersembunyi, berharap ada yang mengakhiri
Tapi lihatlah, sama selamanya
Hingga kau melangkah
Di jalan yang telah di lukis
Oleh Sang Penguasa
APA???
Kala kata tak lagi berbisa
Mata tak lagi tajam menyapa
Dan telingapun enggan berdiam dalam sunyinya kehidupan
Lalu apa yang akan kita lakukan?
Mengais emas tak mungkin
Merobek pelepah pohonpun tak bisa
Apalagi mengorbankan jiwa dan harta?
Dengan apa kau akan kembali pada_Nya?
Mata tak lagi tajam menyapa
Dan telingapun enggan berdiam dalam sunyinya kehidupan
Lalu apa yang akan kita lakukan?
Mengais emas tak mungkin
Merobek pelepah pohonpun tak bisa
Apalagi mengorbankan jiwa dan harta?
Dengan apa kau akan kembali pada_Nya?
KALA FAJAR MENGHAMPIRIKU
Malam semakin sirna
Tertinggal oleh fajar merekah
Dalam pelukan harapan manusia
Akan episode baru
Menebar kenangan
Mengukir sejarah
Dalam setiap langkah kehidupan
Tertinggal oleh fajar merekah
Dalam pelukan harapan manusia
Akan episode baru
Menebar kenangan
Mengukir sejarah
Dalam setiap langkah kehidupan
Diam
Jika hitam itu putih
Kau warnai apa Negara?
Jika Langit itu laut
Apa yang akan kau banggakan dari tanah air ini?
Jika api itu air
Kau beri apa bangsa ini?
Bangsa ini tidak butuh komentarmu
Bangsa ini tidak butuh skenariomu
Bangsa ini hanya butuh hati dan jiwamu
Kau warnai apa Negara?
Jika Langit itu laut
Apa yang akan kau banggakan dari tanah air ini?
Jika api itu air
Kau beri apa bangsa ini?
Bangsa ini tidak butuh komentarmu
Bangsa ini tidak butuh skenariomu
Bangsa ini hanya butuh hati dan jiwamu
Langganan:
Postingan (Atom)